suasana yang lumayan panas, sang surya yang membagikan sinarnya kepada belahan timur Bumi ini tidak mengurungkan niat kami, tim survey kelompok 10 Drainase 2013 untuk berangkat ke lokasi. Lokasi? Ya, kita mendapatkan tugas asistensi yang pertama di semester 6 ini, yaitu melakukan survei mengenai kondisi eksisting yang ada pada saluran-saluran drainase di berbagai daerah Kota Bandung. Kelompok kami mendapatkan lokasi disekitar Kantor Walikota Bandung. Sekedar info aja nih, Kantor Walikota Bandung itu terletak di Jalan Wastukancana No. 2 (kalo salah tolong dikoreksi ya).
singkat cerita, akhirnya laskar surveyor untuk hari ini ada lima orang, dan sebagian yang lainnya berhalangan karena masih ada kelas (kuliah) yang lain. Berangkatlah kita menuju lokasi (sebelumnya kita makan siang dulu untuk mengisi energi, kalo mau tau kita makan siang pake apa, kita makan baso, hehe) yang akan di survey. Sesampainya disana, subhanallah, yang awalnya kita mau mengukur kedalaman dan lebar saluran, jadi agak ragu-ragu karena lebarnya yang lumayan besar. maklum, alat ukur yang kita bawa hanya sebuah penggaris beukuran panjang 30cm, sedangkan salurannya dalam satuan meter (perkiraan).
tanpa membuang waktu, akhirnya kita hanya jeprat-jepret keadaan saluran saat itu (Bandung, 30 Januari 2013 pukul 14.35 WIB dalam keadaan yang cerah alias panas). Berikut hasil jeprat-jepret yang kita telah kita lakukan
selain itu juga kita sempat merekam video mengenai keadaan saluran disana.
Selanjutnya, kita mengelilingi saluran tersebut, tiba-tiba saya melihat ada cara untuk turun menuju saluran, dan akhirnya turun deh ke salurannya untuk melihat keadaan disana lebih dekat.
ternyata saluran drainase yang mengelilingi Kantor Walikota itu mengalirkan air jenis "grey water". Bagi temen-temen yang ga tahu apa itu grey water, grey water adalah air limbah domestik yang bukan berasal dari kotoran manusia, contohnya air bekas cucian dkk.
Kita yang akhirnya bisa menginjakkan kaki di saluran drainase ini langsung mengukur lebar dan kedalaman saluran. Ternyata lebar salurannya melebar ditengah perjalanan saat kita mengelilingi saluran tersebut. Bentuk salurannya adalah Trapesium Siku-Siku. pada saluran ini juga terdapat "street inlet", yaitu saluran air yang berasal dar jalan dan masuk ke saluran drainase utama. Ada beberapa street inlet disana dan juga beberapa saluran yang berasal dari Kantor Walikota. Namun pada saat survei, keadaan kedua saluran inlet ini kering karena cuacanya sedang tidak hujan.
Ternyata, setengah dari panjangnya saluran drainase sebelah kiri (jika dilihat dari Jalan Merdeka) itu masuk ke dalam bagian wilayah Kantor Walikota. Diujung saluran terbagi menjadi dua, ada yang masuk ke jalan kota dan yang satu lagi mengelilingi sebagian kantor. Keadaannya tidak sebagus yang diluar yang bebas dari sampah. Saluran yang didalam itu terdapat banyak sampah yang dapat menghambat laju air yang mengalir. Keadaannya bisa dilihat pada gambar dibawah
Akhirnya, langit pun menampakkan dirinya bahwa akan turun hujan dengan gelapnya awan-awan diatas kami serta bertiupnya angin yang lumayan kencang. Kami berencana untuk melihat kondisi saluran ketika sedang turun hujan, namun apa daya sang waktu pun telah menunjukkan pukul 15.23 WIB yang menandakan bahwa survei harus kami akhiri karena masih ada kelas (kuliah) lagi.
Keputusan bersama kita ambil dan finally kita pulang kem kampus lagi. Survei selanjutnya akan kita lakukan di kemudian hari bersama anggota full team, insya Allah.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar